Logo Perak Peduli Rakyat

Selamat Hari Pahlawan 10 November 2017

Hosting Unlimited Indonesia

 

Proyek Siluman Di SDN Sarakansari Panyingkiran

SUBANG, (PERAKNEW).- Ketua Forum Masyarakat Peduli (FMP) Asep Sumarna Toha, menegaskan setiap proyek tanpa papan nama/ informasi proyek merupakan sebuah "pelanggaran" karena tidak sesuai dengan amanat Undang-Undang dan peraturan lainnya. Kedua peraturan dimaksud yakni UU nomor 14 tahun 2008 dan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 70 tahun 2012 tentang perubahan kedua atas Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang pengadaan Barang/Jasa Pemerintah."Proyek tanpa papan nama, jelas melanggar Perpres dan Undang-Undang," tegas Asep kepada Perak.

Menurut Asep yang akrab disapa Abah Betmen ini, papan proyek itu bertujuan agar pelaksanaan setiap proyek dapat berjalan dengan transparan dan publik pun dapat mengetahui serta dapat mengawasinya.

Asep menambahkan keterbukaan atau transparansi ini dimulai sejak tender atau lelang proyek dilakukan."Pada pasal 25 Perpres diatur mengenai pengumuman rencana pengadaan barang/jasa pemerintah, melalui website, portal LPSE, papan pengumuman resmi dan sebagainya. Ini semakin memperkuat apa yang juga diatur dalam UU nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP),"tuturnya.

Disinggung mengenai masih adanya proyek yang dikerjakan tanpa memasang papan proyek di Kabupaten Subang yang dikerjakan oleh kontraktor maupun dinas terkait, Asep menandaskan apapun dalihnya,"yang jelas melanggar UU dan Perpres,"pungkasnya. Sayang fakta dilapangan berbanding terbalik, seperti yang terjadi di SDN Sarakansari, Dusun Pasirjadi, Desa Panyingkiran, Kecamatan Purwadadi.

Proyek pembangunan gedung perpustakaan di sekolah tersebut dikerjakan tanpa memasang papan nama proyek, sehingga layak disebut proyek siluman. Menurut keterangan Engkus Kosasih, tokoh masyarakat Pasirjadi kepada Perak mengungkapkan, dirinya sudah meminta keterangan Kepala SDN Sarakansari H. Dedi terkait proyek tersebut. H. Dedi menyatakan, tidak tahu menahu mengenai proyek pembangunan gedung perpustakaan ini."Berani disumpah saya tidak diberi tahu dulu, langsung ditunjuk dari dinas dan berapa anggaran maupun pelaksananya saya tidak tahu,"ujarnya kepada Perak, menirukan ucapan kepsek.

Engkus selaku masyarakat hanya ingin tahu mengenai proyek tersebut, keterbukaan dan transparansikan sudah ada aturannya."Janganlah proyek yang dibiayai oleh pemerintah untuk pembangunan yang notabene dari uang rakyat diselewengkan oleh oknum pejabat dan kongkalikong dengan kontraktor,"tegasnya.

(Hamid)

Add comment


Security code
Refresh

KESEHATAN

Gebyar Peduli Donor Darah VII Milad FMP, Media Perak dan…

Gebyar Peduli Donor Darah VII Milad FMP Media Perak Dan Forajal Sumbang 116 Labu Darah

PANTURA-SUBANG, (PERAKNEW).- Kamis 12 Oktober 2017 dalam rangka menyambut Milad Forum...

Tim Posko FMP Pantura II Kembali Dampingi Pasien di RSHS…

Tim Posko FMP Pantura II Kembali Dampingi Pasien Di RSHS Bandung

SUBANG, (PERAKNEW).- Pendampingan Pasien Tim Evakuasi Pasien Gakin (TEPG) kali...

Ape Penderita Tumor Berhasil Dioperasi

Ape Pasien Keluarga Miskin Subang

  SUBANG, (PERAK).-  Dengan difasilitasi Unit Siaga Gratis Forum Masyarakat Peduli...

Nasib Malang Mohamad Yusup

Berita Subang

SUBANG, (PERAKNEW).- Nasib Malang Mohamad Yusup. Warga Desa Bongas Rt...

Dendi Ternyata Bukan Penderita Tumor Ganas

Pasien Keluarga Miskin Subang

BANDUNG, (PERAKNEW ).- Masih ingat dengan Dendi Setiawan (18)? seorang...

Pasien Gakin Subang Tidur Di Jalanan, Mana Janjimu?

Pasien Gakin Subang Tidur Di Jalanan Mana Janjimu

  SUBANG, (PERAKNEW).- Sampai kapan pasien tidur di jalanan? jika masa tunggu...